Senin, 07 Januari 2008

TEORI DASAR PENDEKATAN DALAM PENGKAJIAN ISLAM



Sadari Ahma, S.H.I



Mahasiswa Pasca Sarjana



TEORI DASAR PENDEKATAN DALAM PENGKAJIAN ISLAM

(Telaah karya : Charles, J Adam, “ Islamic Religion Tradition “ dalam Leonard Binder (Ed), The Study Of The Middle East : Research And Scholarship In The Humanities And The Social Sciences, Canada : john Wiley and Sons, Inc, 1976)


Dosen pengampuh : Prof.Dr.H.M.Amin Abdullah


Pendahuluan(Poin 1)

Ajaran-ajaran Islam terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadits, namun selama ini beberapa kalangan masyarakat islam masih memandang islam secara sempit, yakni sebatas pada hal-hal yang bersifat normatif, formalistis dan simbolis, perlu adanya upaya sadar bagi kita umat islam untuk bisa memperbaharui cara pandang yang sempit tersebut, sehingga Islam memiliki dimensi kajian dan pengalaman yang lebih luas lagi.
Untuk menjadikan dimensi islam yang lebih luas dan utuh inilah maka Charles J Adams dalam bukunya The Study Of The Middle East menjelaskan tentang apa itu islam dan agama agar dapat didefinisikan dengan tepat sesuai dengan konteksnya.
Kemudian Charles J Adams mengutarakan beberapa pendekatan dalam studi islam diantaranya pendekatan yang dapat ditawarkan yakni pendekatan normatif-keagamaan, pendekatan ilmu-sosial, pendekatan psikologis-antropologis dan pendekatan fenomenologis. Pendekatan normatif atau agama dibagi menjadi tiga bagain yaitu : pendekatan misianaris tradisional, pendekatan apalogetik dan pendekatan irenik.

Problem(kegelisahan akademik)(poin2)

Terdapat kesulitan yang sangat esensial dalam melakukan kajian terhadap islam menurut Charles J Adams. Hal ini terkait adanya kesulitan untuk membuat batasan atas dua unsur, yaitu; islam dan tradisi keagamaan. Problem terpenting adalah belum adanya definisi yang tepat dan universal terhadap kedua terminologi tersebut diatas.
Adams kemudian mencoba menjawab Kesulitan ini untuk melihat islam dengan berbagai metode dan pendekatan yang lebih relevan dan universal seperti ; pendekatan Normatif, pendekatan Fillologi dan historis, pendekatan Ilmu Sosial, dan pendekatan Fenomenologi dalam memetakan antara islam dan tradisi keagamaan. Dengan berbagai alternatif pendekatan yang digunakan oleh Adams, ia ingin menunjukkan walau bagaimanapun bahwa Islam memiliki aspek historis yang termanifestasikan dari pengalaman dan tindakan umatnya dalam menunjukan keimannya.

Kerangka teori/konseptual(the way to think)(poin3)

Beberapa unsur kerangka teori studi Islam yang dibahas dalam obyek. Sebagaimana diketahui, dalam kaitannya dengan kehidupan kita, agama mempunyai dimensi (sisi) lebih dari satu. Seperti halnya ketika melihat suatu objek, maka kita tentu tidak bisa melihat dimensi dibalik obyek, tetapi mungkin orang lain dapat melihatnya, karena ia berada diarah lain yang dengan kita.
Dengan demikian dimensi obyek tersebut bagi yang memandangnya tidaklah satu, maka, agama, dalam hubungannya dengan studi juga demikian.
[1] Dalam buku ini yang menjadi obyek studi adalah Islam liilihat dari beberapa dimensi.


Metodologi Pendekatan(poin 4)

Ada beberapa ptndekatan dalam buku ini antara lain:
a. Pendekatan Normatif atau Agama
Pendekatan ini dibagi menjadi tiga bagian
1) Pendekatan Misionaris Tradisional
Pendekatan ini dimulai pada abad ke sembilan belas, pada waktu itu bersamaan dengan kegiataa misionaris Kristen yang dilakukan oleh Geraja dan Serte tertentu. Pengkajian Islam oleh misionaris Kristen tidak hanya dimaksudkan untuk tujuan akademis selain itu juga untuk kepentingan agama Kristen dengan tujuan untuk merubah agama orang Islam menjadi Kristen.
2) Pendekatan Apalogetik
Apalogetik dapat dipahami sebagai respon mentalitas muslim terhadap situasi orang Islam di jaman modern. Apalogetik telah menjadi salah satu alat utama oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya untuk jaminan kembali dan menegaskan kemampuan Islam untuk melaksanakan islam ke dalam era baru yang cerah. Pendekatan Apalogetik ini muncul sekitar abad ke dua puuh. Sebagaimana dikatakan di atas, pendekatan Apalogetik ini sebagai respon terhadap mentalitas muslim di abad modern dan untuk membentengi diri dari gempuran ide-ide barat. Pendekatan ini berkaitan masalah rasionalitas. Pendekatan ini berusaha membangkitkan kejayaan maya lalu.

3) Pendekatan Irenik
Pendekatan ini muncul sejak perang dunia 2. Tujuannya adalah mengajak dialog antara Islam dan Kristen. Di samping itu pendekatan ini telah berhasil mengatasi sikap orang barat yang curiga, antagonistik dan menuduh, khususnya Kristen Barat terhadap tradisi Islam. Yang berjasa dalam hal ini adalah Cragg, ia berusaha menampakkan nilai-nilai yang baik dalam Islam dan membuka mata orang Kristen, ia menyatakan bahwa Islam dan Kristen memiliki kesamaan
W.C. Smith juga menggunakan pendekatan ini, la menganjurkan untuk mencoba memahami kepercayaan orang lain dan bukan untuk menganti kepercayaan itu.
b. Pendekatan Filalogi dan Sejarah
Metode sejarah filalogi memiliki relevansi yang sangat penting dengan Studi Islam. Filalogilah yang memberikan banyak bahan untuk memahami dan menganalisis dan tanpanya kemajuan dalam memahami Islam tidak mungkin. Sebab filalogi dapat digunakan untuk memahami suatu naskah,
[2] untuk memahami pikiran atau gagasan.[3] Adams menganggap penting pendekatan filalogi ini sebab masih banyak naskah-naskah Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa atau belum dikaji oleh negara­-negara Islam. Ia berpendapat bahwa dengan cara pendekatan filalogi akan dapat ketahui maksud dari naskah. Adams juga menawarkan pendekatan sintesa antara filalogi dan sejarah.

c. Pendekatan Ilmu Sosial
Ilmu sosial dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama. Hal ini dapat dimengerti, karena banyak bidang kajian agama yang baru dipahami secara imporsional dan tepat apabila menggunakan jasa bantuan dari ilmu sosial. Pentingnya pendekatan sosial dalam agama sebagaimana disebutkan di atas, dapat dipahami, karena banyak sekali ajaran agama yang berkaitan dengan masalah sosial. Besarnya perhatian agama terhadap masalah sosial ini selanjutnya mendorong kaum agama memahami ilmu-ilmu sosial sebagai alat untuk memahami agamanya.
[4]
Maksud pendekatan ilmu sosial ini adalah implementasi ajaran Islam oleh manusia dalam kehidupannya, pendekatan ini mencoba memahami keagamaan seseorang pada suatu masyarakat. Fenomena-fenomena keislaman yang bersifat lahir diteliti dengan menggunakan ilmu sosial seperti sosialogi, antrapologi dan lain sebagainya. Pendekatan sosial ini seperti apa perilaku keagamaan seseorang di dalam masyarakat apakah perilakunya singkron dengan ajaran agamanya aiau tidak. Pendekatan ilmu sosial ini digunakan untuk memahami keberagamaan seseorang dalam suatu masyarakat.
[5]


d. Pendekatan Fenomenalogi
Fenomenalogi agama sulit didefinisikan. Narnun demikian, kami (Adams) dapat membedakan dua masalah penting yang nampaknya memudahkan memahami fenomenalogi adalah metode memahami agama orang lain dengan berusaha untuk masuk komunitas agama dengar menanggalkan artibut yang dimilikinya. Kelebihannya bisa mendalami agama orang lain sedang kekurangannya kalau imannya tidak kuat akan tergoyahkan. Kedua, fenomenalogi di pandang sebagai suatu pendekatan yang mencoba mencari fenomena-fenomena agama dengan melintasi batas-batas komunitas, agama dan budaya.

Metode(the way to Obtain Data)(poin 5)

Metode Penulisan, menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dan bersifat deskriptif.

Konsep Dasar(Key Concept)(poin 6)

Kajian Charles. J. Adam ruang lingkupnya adalah mengenai beberapa pendekatan yang digunakan dalam kajian Islam dan objek kajian apa saja yang layak diteliti. Kata kunci dari bahasan ini antara lain Islam, tradition, approach, experience, expression.


Kontribusi (Sumbangan) Dalam Ilmu Pengetahuan dan ilmu-ilmu keislaman(poin 7)

Penelitian yang dilakukan aleh Charles. J. Adams memberikan kontribusi yang cukup signifikan nantara lain:
1) Pertama, memberi gambaran tentang pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian agama ( baca: Islam).
2) Kedua, memberikan alternatif pendekatan, yakni pendekatan historis dalam melakukan penelitian yang terkait dengan kaijain Islam. Ketiga, memberi pemetaan wilayah-wilayah penelitian dalam mkajian Islam.
Sistematika(poin 8)

Charles J Adams yang menyusun buku ini dimulai dengan latar belakang masalah setelah itu ia mengemukakan kegelisahan akademik dimana kata Islam menurut beliau tidak mudah untuk memberikan batasannya. Sebab Islam tidak hanya mengandung monodimensi (satu dimensi) tapi Islam mengandung multi dimensi (banyak dimensi) untuk mendapatkan pengertian Islam yang utuh, maka islam harus dikaji dari berbagai dimensi. Jika mengkaji Islam dari satu dimensi maka pengertian Islam tidak akan utuh.
Selanjutnya dibahas tentang metodologi penelitian. Unsur-­unsur yang ada dalam metodelogi penelitian tersebut adalah obyek, pendekatan dan metode. Yang menjadi obyek dalam Studi Islam adalah Islam itu sendiri. Pendekatannya ada empat macam yaitu pendekatan nonrmatif atau agama, pendekatan filologi dan sejarah, pendekatan ilmu social. Sedangkan metodenya ada beberapa metode, kemudian sistematika pembahasannya dilanjutkan kepada sumbangan terhadap ilmu pengetahuan dan urgensi penelitian.
Dengan kata lain Adams merinci penelitian ini menjadi empat unsur yakni :
1. Charles J Adams menjelaskan bahwa terdapat kesulitan yang sangat esesnsial dalam melakukan kajian terhadap Islam, terutama yang berkaiatan dengan pemahaman antara Islam dan tardisi keagamaan.
2. Charles J. Adams dalam tulisannya Islamic Religiuos Tradition
[6] mengemukakan bahwa dalam perkembangan studi ketimuran, para orientalis klasik telah mengkaji Islam dengan menggunakan pendekatan normatif yang dituangkan ke dala.m tiga bentuk, yaitu traditional missionary approach, apologetic approach,dan irenic approach. Ketiga bentuk pendekatan ini pada intinya masih menaruh kesan ketidakrelaan akan keberadaan agama lain. Mereka masih berpandangan bahwa agamanyalah yang paling benar walaupun agama lain tetap diapresiasi (inklusif).
3. Charles J Adams mengurai berbagai pendekatan dalam kajian Islam, kemudian memetakan wilayah-wilayah kajian dalam Islam atau dengan kata lain Pokok permasalahan yang saling berhubungan dengan kajian Islam, sebagai agama mungkin terpecah kedalam cabang berikut ini :
a) Masa sebelum Islam Arab
· Kajian Islam Masih dipengaruhi budaya Timur Tengah kuno
· Hubungan kontinuitas dari islam dan agama tradisi ketimuran mempengaruhi perkembangan islam.
· Pengetahuan tentang agama dan kehidupan social zaman Pre-Islamic Arabia(Masa sebelum Islam Arab) tidak berkembang karena pemerintah Arab pada waktu itu tidak memperbolehkan adanya pendatang yang mengadakan aktivita pekerjaan atau sekedar bepergian dengan gratis.
b) Studi Kehidupan Nabi
· Nabi Muhammad berperan besar dlam penyebaran islam, pengembangan masyarakat dll.
· Peran Muhammad lebih besar dari pada fakta biograpi/sejarahnya dan penghubungannya dengan dirinya.
c) Studi Al-Qur’an
· al-Qur’an digunakan untuk menjelaskan, memaparkan, menguraikan segala sesuatu dengan jelas
d) Hadits Nabi
· Kebiasaan rasul yakni hal-hal yang sering dilakukan rasul
· Masih banyak hadis yang diragukan kesahihnnya
e) Kalam
· Cakupan kalam atau teologi Muslim mempelajari hal komplek
· Banyak dipengaruhi bidang politi
f) Hukum Islam
g) Falsafah
h) Tasawuf
i) Aliran-aliran dalam Islam, terutama Syi’a
j) Masalah-masalah ibadah/ritual
k) Agama-agama terkenal



Penutup

Perkembangan pembidangan study islam dan pendekatannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, adanya penekanan terhadap bidang dan pendekatan tertentu dimaksudkan, agar mampu memahami ajaran islam lebih lengkap dan komplek pula. Perkembangan tersebut adalah satu hal yang wajar dan seharusnya terjadi, sebab kalau tidak, menjadi pertanda agama semakin tidak mendapat perhatian.



BIBLIOGRAFI

Nurhakim , Moh., Metodologi Studi Islam, Malang : t)MM Press, 2004.
Mudzhar , Atho, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta : Pustika Pelajar,
1998, him 37.
ABD. Hakim, Atang, dan Mubarok, Jahih, Metodologi Studi Islam, Bandung : Remaja Rasda karya,
2001, him 62.
Nato , Abuddin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004, him 40.
Abdullah ,Taufik dan Karim ,Rusli, Metodologi Penelitian Agama, Yogyakarta : Tiara Wacana,
1991.
Charles J. Adam, "Islamic Religiuos Tradition", dalam Leonard Binder (ed.), The Studi of the Middle-East, (New York, Wiely & Sons, tt.).


[1] Moh. Nurhakim, Metodologi Studi Islam, Malang : t)MM Press, 2004.

[2] Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1998, him 37.

[3] Atang ABD Hakim, Jahih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Bandung : Remaja Rasda karya, 2001, him 62.

[4] Abuddin Noto, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004, him 40.
[5] Taufik Abdullah dan Rush Karim, Metodologi Penelitian Agama, Yogyakarta : Tiara Wacana, 1991.

[6] Baca Charles J. Adam, " Islamic Religiuos Tradition", dalam Leonard Binder (ed.), The Studi of the Middle-East, (New York, Wiely & Sons, tt.).

1 komentar:

Nurjaman mengatakan...

Ok. Bagus sekali. Kebetulan saya semester ini ada kuliah Pak AMin.